PSHTTEBO.OR.ID - Pada hari Selasa, 28 Desember 2021, rombongan kru TVRI Jambi tiba di Padepokan PSHT Cabang Tebo, dan disambut dengan hangat oleh seluruh warga SH Terate yang ada di Padepokan. Saudara Andre Wijaya dari kru TVRI Jambi di ruang tamu Padepokan menyampaikan maksud dan tujuan kedatangannya kepada Kang Mas Sutikno, S.Pd.I., M.Pd selaku Ketua PSHT Cabang Tebo sekaligus Ketua IPSI Kabupaten Tebo.
“Kami ingin mengenal lebih jauh tentang PSHT Cabang Tebo dengan bebagai bentuk latihannya yang telah menghasilkan pesilat-pesilat berprestasi sampai tingkat Nasional yang digembleng di Padepokan ini. Kami juga mendapat informasi dari Dispora dan KONI Kabupaten Tebo bahwa pencak silat merupakan Cabor unggulan di kabupaten Tebo”, ungkap Andre Wijaya.
Selanjutnya, Kang Mas Sutikno menyampaikan terima kasih dan selamat datang di Padepokan PSHT Cabang Tebo dan mempersilahkan kru TVRI Jambi meliput kegiatan latihan, baik latihan ajaran siswa SH Terate di lapangan maupun latihan prestasi dari usia dini, pra remaja, remaja dan dewasa di dalam padepokan. Beliau berharap kegiatan ini mendapat keberkahan dari Allah SWT.
Dalam wawancara selanjutnya Andre Wijaya meminta kepada Kang Mas Sutikno untuk menjelaskan tentang PSHT Cabang Tebo dari awal berdirinya sampai berkembang sebesar ini.
“Baiklah saya
akan menjelaskan secara singkat saja ya..?”, kata Mas
Tikno mengawali sesi wawancara tersebut.
“Bahwa PSHT adalah organisasi pencak silat terbesar di negeri ini. PSHT merupakan salah satu dari 10 perguruan historis pendiri IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia). SH Terate berdiri pada tahun 1922 di Pilang Bango, Madiun, Jawa Timur. Didirikan oleh Bapak Ki Hajar Harjo Utomo yang merupakan pahlawan perintis kemerdekaan. Awal berdirinya bernama SH PSC (Setia Hati Pencak Sport Club), kemudian tahun 1948 berubah menjadi PSHT (Persaudaraan Setia Hati Terate) sampai dengan sekarang. Penyebutan nama PSHT sesuai dengan tingkatannya atau kedudukannya. Di tingkat pusat disebut PSHT Pusat Madiun, karena pusatnya SH Terate berada kota Madiun, tepatnya di Padepokan Agung Madiun. Di tingkat Provinsi disebut PSHT Perwakilan Pusat Provinsi (nama provinsi), di tingkat kabupaten/kota disebut PSHT Cabang (nama kabupaten/kota), di tingkat kecamatan disebut PSHT Ranting (nama kecamatan) di tingkat desa/kelurahan disebut PSHT Rayon (nama desa/kelurahan). Selain itu juga ada Cabang Khusus Luar Negeri, karena SH Terate juga berkembang di luar negeri. Sedangkan, di tingkat Perguruan Tinggi disebut Komisariat”, jelas Mas Tikno.
“Saat ini Pimpinan Pusat PSHT adalah Kang Mas Drs. R. Moerdjoko HW, sebagai Ketua Umum Pusat dan Kang Mas H. Issoebiantoro, SH sebagai Ketua Dewan Pusat. Sedangkan untuk PSHT Perwakilan Pusat (Perwapus) Provinsi Jambi saya sendiri sekaligus ketua PSHT Cabang Tebo”, lanjut Mas Tikno.
Kemudian, Kang Mas Sutikno melanjutkan penjelasannya, “Khusus untuk PSHT Cabang Tebo dirintis mulai ada latihan sejak tahun 1988 di desa Rimbo Mulyo kecamatan Rimbo Bujang kabupaten Bungo Tebo (belum pemekaran kabupaten) ketika itu belum berbentuk organisasi, karena waktu itu, saya masih mulai merintis sendirian. Pada tahun 1992 siswanya berjumlah 14 orang yang diikutkan pengesahan menjadi warga tingkat I (pendekar) di cabang Sarko (sekarang Merangin). Bersamaan itu, baru tahu kalau di kabupaten Bungo Tebo ternyata sudah ada cabangnya, tepatnya berada di Kuamang Kuning. Selanjutnya di tahun 1992 itu kita dirikan PSHT Ranting Rimbo Bujang. Karena sudah bertambah warganya maka bertambah pula tempat latihan, ditambah warga PSHT yang datang dari Jawa atau daerah lain yang turut membantu perkembangannya”.
“PSHT Cabang Tebo berdiri pada tahun 2000, setelah adanya pemekaran kabupaten Bungo Tebo, menjadi kabupaten Bungo dan kabupaten Tebo. Saat ini setiap kecamatan sudah berdiri ranting dan hampir di setiap desa sudah ada rayonnya di seluruh wilayah dalam kabupaten Tebo ini. Kenapa PSHT bisa berkembang sepesat ini? Jawabannya adalah karena PSHT platform-nya adalah paseduluran (persaudaraan) yang terlepas dari kefanatikan SARA (suku, agama, ras, dan antar golongan). PSHT berkomitmen menjaga pluralisme serta konsisten dalam menjaga kebhinekaan. Bagi PSHT, NKRI adalah harga mati. Kehadiran PSHT selalu membuat baik lingkungannya, sehingga semakin dicintai masyarakat di manapun warga-warga PSHT berada. Terbukti semakin banyaknya yang ikut berlatih untuk menjadi wong SH Terate”, tandas Mas Tikno.
“Untuk ajang prestasi, PSHT Cabang Tebo untuk yang pertamakalinya mengikuti pertandingan pencak silat pada even POPDA pertama Provinsi Jambi tahun 2002, ketika itu ada 7 (tujuh) nomor yang dipertandingkan dengan perolehan medali; 2 emas, 1 perak, dan 3 perunggu. Ketika itu Kabupaten Tebo belum ada IPSI, karena IPSI baru kita bentuk pada tahun 2003. Jadi PSHT cabang Tebo adalah yang memprakarsai berdirinya Pengkab IPSI Kabupaten Tebo. Selanjutnya setiap even yang diikuti baik O2SN, POPDA, Kejurprov, Porprov selalu menyumbangkan medali, baik emas, perak maupun perunggu untuk kabupaten Tebo. Porprov kemarin Cabor Pencak Silat sebagai juara umum ke-III. Pernah juga pesilatnya ada yang juara nasional pada O2SN SMA”, jelas Mas Tikno.
Bagaimana dengan model
latihannya? Kang Mas Sutikno menjelaskan, ada 2 (dua) versi atau
bentuk latihannya. Pelatih Prestasi
melatih latihan prestasi dan Pelatih Ajaran melatih latihan ajaran SH Terate.
Keduanya harus bersinergi. Prestasi itu penting karena akan membawa nama besar
SH Terate. Tetapi ajaran jauh lebih penting, karena akan meningkatkan derajat kepribadian seorang warga SH Terate dalam menjalani kehidupannya. Pendidikan di
SH Terate itu adalah membangun Pendidikan Karakter (Caracter Building). Sesuai
dengan tujuan SH Terate, yakni mendidik manusia berbudi luhur tahu benar dan
salah, beriman dan bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa. Harapannya setelah
latihan dan menjadi warga memiliki jiwa/watak seorang pendekar SH Terate,
yakni;
1. Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, patuh dan
taat pada orang tua, Pemerintah, norma-norma masyarakat. Taat dan patuh menjaga
dan menjalankan ajaran, aturan dan tradisi SH Terate;
2. Pemberani (berani karena benar, takut karena
salah);
3. Masalah kecil remeh mengalah, masalah besar dan
prinsip bertindak menyelesaikan sampai tuntas;
4. Sederhana dalam segala hal (tidak sombong);
5. Suka memayu hayuning bawana.
“Perlu juga
diketahui bahwa PSHT Cabang Tebo sebagai Ormas, juga sudah terdaftar atau
tercatat di Kantor Kesbangpol Kabupaten Tebo dan Badan Kesbangpol Provinsi
Jambi”, ungkap Mas Tikno.
“Insya Allah tahun depan (2022), PSHT akan berusia 100 tahun (1 abad). Rangkaian kegiatan menuju 1 abad sudah dimulai. Seperti halnya kemarin, di padepokan ini kita adakan Diklat Pelatih Ajaran dan Wasit Juri Nasional. Pesertanya dari seluruh cabang di provinsi Jambi dan Sumatra Barat dan ada juga utusan dari provinsi Lampung. Pematerinya dari Tim Teknik Pusat Madiun dan Wasit Juri yang telah berlisensi Internasional. Selanjutnya masing-masing Cabang akan menggelar SHT Cup Cabang. Dilanjutkan SHT Cup Provinsi. Grand finalnya di adakan Padepokan Agung Madiun pada puncak peringatan 1 abad nanti, tepatnya tanggal 2 September 2022. Selain itu juga ada kegiatan bakti sosial, kirab budaya nusantara, festival pencak silat internasional”, jelas Mas Tikno lebih lanjut.
“Di tempat lain bapak Sumarno (Kades Rimbo Mulyo) juga menyampaikan rasa bangganya dengan keberadaan Padepokan PSHT Cabang Tebo di desanya. Desa Rimbo Mulyo menjadi terkenal karena sering dikunjungi warga dari kabupaten lain dan dari provinsi tetangga seperti Sumatera Barat, Riau, Bengkulu dan lainnya. Bahkan pengurus Pusat dari Madiun Jawa Timur sudah sering datang langsung ke padepokan PSHT Cabang Tebo ini. SH Terate ini sudah memasyarakat di sini, terbukti di desa Rimbo Mulyo ini ada 9 (Sembilan) tempat latihan selain di Padepokan. Para warganya banyak yang menjadi tokoh masyarakat termasuk perangkat desa di Rimbo Mulyo ini”, tutup Mas Tikno.
“Saya setuju seperti yang disampaikan Pak Tikno (Ketua Cabang) bahwa desa Rimbo Mulyo ini kita sebut Kampung Pesilat”, pungkas kru TVRI Jambi, Andre Wijaya.
Selanjutnya, Kang Mas Muhlisin, S.Sos.I selaku Sekretaris Cabang sekaligus Ketua Harian IPSI Kab. Tebo juga menjelaskan berbagai prestasi yang telah dicapai para pesilat dari kabupaten Tebo. Dan pada kesempatan yang sama, wawancara juga dilakukan kepada para pelatih, orang tua atlit (pesilat), dan para atlit berprestasi yang ada di Padepokan PSHT Cabang Tebo. (Admin-PSHTTEBO.OR.ID)


0 Komentar